Rabu, 24 Juni 2015

perbedaan antara RSA,Diffie Mellman,Schnoor 

UJIAN CE 4-A

RSA
RSA di bidang kriptografi adalah sebuah algoritma pada enkripsi public key. RSA merupakan algoritma pertama yang cocok untuk digital signature seperti halnya ekripsi, dan salah satu yang paling maju dalam bidang kriptografi public key. RSA masih digunakan secara luas dalam protokol electronic commerce, dan dipercaya dalam mengamnkan dengan menggunakan kunci yang cukup panjang.

Sejarah RSA

Algortima RSA dijabarkan pada tahun 1977 oleh tiga orang : Ron Rivest, Adi Shamir dan Len Adleman dari Massachusetts Institute of Technology. Huruf RSA itu sendiri berasal dari inisial nama mereka (Rivest—Shamir—Adleman).
Clifford Cocks, seorang matematikawan Inggris yang bekerja untuk GCHQ, menjabarkan tentang sistem equivalen pada dokumen internal pada tahun 1973. Penemuan Clifford Cocks tidak terungkap hingga tahun 1997 karena alasan top-secret classification.
Algoritma tersebut dipatenkan oleh Massachusetts Institute of Technology pada tahun 1983 di Amerika Serikat sebagai U.S. Patent 4.405.829. Paten tersebut berlaku hingga21 September 2000. Semenjak Algoritma RSA dipublikasikan sebagai aplikasi paten, regulasi di sebagian besar negara-negara lain tidak memungkinkan penggunaan paten. Hal ini menyebabkan hasil temuan Clifford Cocks di kenal secara umum, paten di Amerika Serikat tidak dapat mematenkannya.
Skema RSA sendiri mengadopsi dari skema block cipher, dimana sebelum dilakukan enkripsi, plainteks yang ada dibagi – bagi menjadi blok – blok dengan panjang yang sama, dimana plainteks dan cipherteksnya berupa integer(bilangan bulat) antara 1 hingga n, dimana n berukuran biasanya sebesar 1024 bit, dan panjang bloknya sendiri berukuran lebih kecil atau sama dengan log(n) +1 dengan basis 2. Fungsi enkripsi dan dekripsinya dijabarkan dalam fungsi berikut :
 C = Me mod n ( fungsi enkripsi )
M = Cd mod n (fungsi dekripsi)
C = Cipherteks
M = Message / Plainteks
e = kunci publik
d= kunci privat
n = modulo pembagi(akan dijelaskan lebih lanjut )
Kedua pihak harus mengetahui nilai e dan nilai n ini, dan salah satu pihak harus memilki d untuk melakukan dekripsi terhadap hasil enkripsi dengan menggunakan public key e. Penggunaan algoritma ini harus memenuhi kriteria berikut :
1. Memungkinkan untuk mencari nilai e, d, n sedemikian rupa sehingga Med mod n = M untuk semua M < n.
2. Relatif mudah untuk menghitung nilai Me mod n dan Cd mod n untuk semua nilai M < n.
3. Tidak memungkinkan mencari nilai d jika diberikan nilai n dan e.
Syarat nilai e dan d ini, gcd(d,e)=1
sebelum memulai penggunaan RSA ini, terlebih dahulu kita harus memiliki bahan – bahan dasar sebagai berikut :
1. p, q = 2 bilangan prima yang dirahasiakan
2. n, dari hasil p.q
3. e, dengan ketentuan gcd (Φ(n), e) =1
4. d, e-1 (mod Φ(n))
Saya akan berikan satu contoh :
1. Pilih 2 bilangan prima, misalnya p = 17 dan q = 11.
2. Hitung n = pq = 17 × 11 = 187.
3. Hitung Φ(n) = (p – 1)(q – 1) = 16 × 10 = 160.
4. Pilih nilai e sedemikian sehingga relatif prima terhadap Φ(n) = 160 dan kurang dari Φ(n); kita pilih e = 7.
5. Hitung d sedemikian sehingga de 
≡ 1 (mod 160) dan d < 160.Nilai yang didapatkan d = 23,karena  23 × 7 = 161 = (1 × 160) + 1; d dapat dihitung dengan Extended Euclidean Algorithm.
Nah, nilai e dan d inilah yang kita sebut sebagai Public Key(e) dan Private Key(d).  Pasangan Kunci Publiknya ={7,187} dan Kunci Privatnya = {23, 187}
Sekarang kita aplikasikan dalam proses enkripsi.
Misalnya kita punya M 88. Untuk proses enkripsi, kita akan menghitung C = 887 mod 187.
= 887 mod 187.
=894,432 mod 187
=11
Nah, kita mendapatkan nilai C =11.
Selanjutnya, nilai C ini dikirimkan kepada penerima untuk didekripsi dengan kunci privat miliknya.
M = Cd mod n
= 1123 mod 187
=79,720,245 mod187
= 88
Pengertian
1.    Confidentiality
Confidentiality
Confidentiality merupakan aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi. Sistem yang digunakan untuk mengimplementasikan e-procurement harus dapat menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan. Bocornya informasi dapat berakibat batalnya proses pengadaan.
Kerahasiaan ini dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, seperti misalnya menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses enkripsi (penyandian, pengkodean) pada transmisi data, pengolahan data (aplikasi dan database), dan penyimpanan data (storage). Teknologi kriptografi dapat mempersulit pembacaan data tersebut bagi pihak yang tidak berhak.
Seringkali perancang dan implementor dari sistem informasi atau sistem transaksi elektronik lalai dalam menerapkan pengamanan. Umumnya pengamanan ini baru diperhatikan pada tahap akhir saja sehingga pengamanan lebih sulit diintegrasikan dengan sistem yang ada. Penambahan pada tahap akhir ini menyebabkan sistem menjadi tambal sulam. Akibat lain dari hal ini adalah adanya biaya yang lebih mahal daripada jika pengamanan sudah dipikirkan dan diimplementasikan sejak awal.Akses terhadap informasi juga harus dilakukan dengan melalui mekanisme otorisasi (authorization) yang ketat. Tingkat keamanan dari mekanisme otorisasi bergantung kepada tingkat kerahasiaan data yang diinginkan.
2.    Integrity
Integrity
Integrity
 merupakan aspek yang menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang (authorized). Untuk aplikasi e-procurement, aspek integrity ini sangat penting. Data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah oleh pihak yang berwenang. Pelanggaran terhadap hal ini akan berakibat tidak berfungsinya sistem e-procurement.Secara teknis ada banyak cara untuk menjamin aspek integrity ini, seperi misalnya dengan menggunakan messange authentication code, hash function, digital signature.
3.    Authentication
Authentication
Authentication adalah suatu proses untuk melakukan validasi terhadap user credentials, yang ditujukan untuk menentukan apakah seorang user diperkenankan untuk mengakses jaringan atau computing resources. Bentuk authentication yang paling sering kita hadapi adalah saat kita diharuskan untuk memasukkanuser name dan password. Kedua data tersebut kemudian dievaluasi untuk menentukan apakah Anda adalah user yang sudah dikenal oleh sistem atau bukan–verifikasi identitas. Proses authenticationbisa lebih diperkuat dari sekedar menggunakan user name danpassword sederhana, dengan teknik-teknik yang beragam mulai dari penggunaan one-way hashes sampai smart cards yang menggunakan teknik-teknik strong encryption.
4.    Enkripsi
DÍ bidang kriptografi, enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Dikarenakan enkripsi telah digunakan untuk mengamankan komunikasi di berbagai negara, hanya organisasi-organisasi tertentu dan individu yang memiliki kepentingan yang sangat mendesak akan kerahasiaan yang menggunakan enkripsi. Di pertengahan tahun 1970-an, enkripsi kuat dimanfaatkan untuk pengamanan oleh sekretariat agen pemerintah Amerika Serikat pada domain publik, dan saat ini enkripsi telah digunakan pada sistem secara luas, seperti Internet e-commerce, jaringan Telepon bergerak dan ATMpada bank.
Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang aman, terutama untuk memastikan integritas dan autentikasi dari sebuah pesan. Contohnya, Message Authentication Code (MAC) atau digital signature. Penggunaan yang lain yaitu untuk melindungi dari analisis jaringan komputer.
  • Kelebihan dari Enkripsi
    • Kerahasiaan suatu informasi terjamin
    • Menyediakan autentikasi dan perlindungan integritas pada algoritmachecksum/hash
    • Menanggulangi penyadapan telepon dan email
    • Untuk digital signature
  • Kekurangan dari Enkripsi
    • Penyandian rencana teroris
    • Penyembunyian record kriminal oleh seorang penjahat
    • Pesan tidak bisa dibaca bila penerima pesan lupa atau kehilangan kunci
5.    Dekripsi
Deskripsi dalam dunia keamanan komputer merupakan proses untuk mengubah chiperteks menjadi plainteks atau pesan asli jadi Deskripsi merupakan  kebalikan dari Enkripsi upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri.
6.    Public Key dan Private Key
Proses Pembuatan Kunci (Private dan Public Keys)
Alghoritma RSA melibatkan dua kunci yaitu Private Key dan Public Key. Dimana Public Key dapat secara aman diketahui oleh semua pihak untuk digunakan sebagai kunci untuk melakukan enkripsi, sedangkan Private Key harus selalu di simpan secara rahasia untuk melakukan Dekripsi (Decrypt) data yang telah di enkripsi dengan menggunakan Public Key.
Data yang telah di enkripsi oleh Public Key hanya dapat di dekripsi oleh Private Key, hal ini lah yang membuat data yang dienkripsi dengan alghoritma RSA aman walaupun Alghoritma RSA-nya diketahui selama Private Key nya tidak diketahui oleh pihak lain.
Pembuatan Private dan Public key terdiri dari 5 tahap, diantaranya:
a.       Cari 2 Bilangan Prima secara acak dan simpan dalam variabel p dan q, dengan catatan jumlah bit untuk bilangan ini sama. Nilai p harus lebih besar dari q dan direkomendasikan minimal untuk menggunakan bilangan di atas 128bit/2 = 64bit bila akan membuat kunci dengan bit-length sebesar 128bit ( min 64bit hex = 0x8000000000000000; min 64bit desimal=9223372036854775808 ).
b.      Hitung n = p*q;
Dimana nilai n ini akan digunakan untuk modulus pada private dan public key.
c.       Hitung pq = (p-1) * (q-1);
Untuk digunakan sebagai pencarian nilai private key.
d.      Pilih nilai e untuk public key dengan syarat (1< e < pq) dan (gcd(e,pq)=1);
Nilai e ini biasanya merupakan nilai yang relatif kecil, yang paling seringvdigunakan adalah 0x10001 = 65537. Bila kriteria e tidak cocok dengan syarat di atas, maka harus dicari nilai e lain yang sesuai, atau bila e sudah ditentukan dengan 0x10001, maka yang harus dicari kembali adalah nilai p, q, n dan pq seperti pada tahap awal.
e.       Pilih nilai d, dengan syarat nilai d memenuhi: (d*e) mod pq = 1
 Diffie Hellman
Metode yang cukup cerdik ditemukan oleh Diffie Hellman. Keamanan metode ini berasal dari permasalahan perhitungan algoritma diskrit, dibandingkan dengan melakukan perhitungan exponensial pada domain yang sama.
Aturan matematika yang pakai dalam metode ini cukup sederhana. Pertama-tama, tentukan bilangan prima n dan g dimana g adalah primitive mod n. nilai prima m tidak perlu rahasia . kedua nilai ini haruslah sama pada pengirim dan penerima.
Algoritma pertukaran Key-nya adalah
Dengan kesepakatan
A = Pengirim pertama
B = Penerima pertama
1. A memilih nilai integer x yang cukup besar dan mengirim
X = gx mod n.
2. B memilih nilai random y yang cukup besar dan mengirim
Y = gy mod n
3. A melakukan perhitungan
K = Yx mod n
4. B melakukan perhitungan
K’ = Xy mod n
Keduanyan nilai k dan k’ adalah sama dan bersesuaian dengan nilai gxymod n . seorang yang dapat melakukan penyadapan informasi yang dikirim hanya akan mengetahui nilai n, g, X dan Y tetapi tidak mengetahui nilai k dan k’, kecuali penyadap dapat menghitung nilai logaritma diskrit.
Pemilihan k dan g sangat berpengaruh pada tingkat keamanan. Nilai (n-1)/2 haruslah bilangan prima dan nilai n merupakan bilangan yang cukup besar.
2.6.3. Extended Diffie Hellman
Kelemahan yang dimiliki metode Diffie Hellman adalah kita tidak dapat menentukan key yang akan ditransmisikan, diperlukannya konfirmasi dari penerima untuk membentuk sebuah key. Permasalahan ini diatasi oleh metode Extended Diffie Hellman. Dengan ketentuan seperti Diffie Hellman, algoritma pertukaran key-nya adalah
1. A memilih nilai integer x yang cukup besar dan mengirim
K = gx mod n.
1. B memilih nilai random y yang cukup besar dan mengirim
Y = gy mod n
1. A melakukan perhitungan
X = Yx mod n
1. B melakukan perhitungan
= y-1
K’ = Xx mod n
Algoritma ini akan menghasilkan k dan k’ yang bernilai sama.
Otentikasi (authentication) merupakan identifikasi yang dilakukan oleh  masing – masing pihak yang saling berkomunikasi, maksudnya beberapa pihak yang berkomunikasi harus mengidentifikasi satu sama lainnya. Informasi yang didapat oleh suatu pihak dari pihak lain harus diidentifikasi untuk memastikan keaslian dari informasi yang diterima. Identifikasi terhadap suatu informasi dapat berupa tanggal pembuatan informasi, isi informasi, waktu kirim dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan informasi tersebut. Otentikasi pesan memang berhasil melindungi kedua belah pihak yang saling bertukar pesan dari pihak ketiga. Tetapi, otentikasi pesan tidak bisa mencegah kemungkinan kedua belah pihak saling menyerang satu sama lain. Pada situasi dimana tidak ada kepercayaan penuh antara pengirim dan penerima pesan, diperlukan suatu mekanisme yang lebih daripada sekedar otentikasi. Solusi yang paling menarik dari masalah ini adalah tanda tangan digital (digital signature). Tanda tangan digital adalah suatu mekanisme otentikasi yang memungkinkan pembuat pesan menambahkan sebuah kode yang bertindak sebagai tanda tangannya. Tanda tangan tersebut menjamin integritas dan sumber dari sebuah pesan.
Claus Schnorr’s authentication dan digital signature scheme mengambil sekuritas dari permasalahan menghitung logaritma diskrit. Skema ini menggunakan bilangan prima dan perpangkatan modulo dalam proses pembentukan kuncinya. Skema ini dipatenkan di Amerika Serikat dan akan berakhir pada tanggal 19 Pebruari 2008. Skema otentikasi dapat dimodifikasi menjadi skema tanda tanda digital (digital signature scheme). Proses pembentukan kunci privat dan publiknya sama seperti skema otentikasi, hanya saja pada skema tanda tangan digital ditambahkan sebuah fungsi hash.

Rabu, 15 April 2015

AUTHENTICATION

TENTANG AUTHENTICATION........

Pengertian Authenticatinon

Authentication adalah metode keamanan yang diterapkan ketika seorang user akan mengakses lingkungan atau sumber daya pada jaringan lokal atau internet dengan cara harus memasukkan password terlebih dahulu.
 Metode ini digunakan untuk memastikan bahwa orang yang mengakses memang benar-benar adalah pengguna yang sesungguhnya.


Metode Autentikasi
Ada banyak methode yang berbeda yang biasa digunakan untuk melakukan user authentication, diantaranya adalah seperti berikut ini  :


a.  User name dan password Authentication 
Kebanyakan  system  operasi  dan  server  web  mempunyai  beberapa  jenis system authentication dengan menggunakan username dan password. System ini  mempunyai  beberapa  jenis  mekanisme  untuk  memanage  architecture username  dan  password,  seperti  account  expiration  (kadaluarsa  account), password expiration, panjang password minimum, dan atau kualitas password (perpaduan  capital,  angka,  symbol).  Metoda  inilah  yang  banyak  dipakai dalam hampir sebagian besar web pages di internet. 

b.  Certificates Authentication
User  certificate  bisa  digunakan  oleh  end-user  untuk  menjamin  identitas mereka.  Akses  terhadap  certificate  normalnya  dikendalikan  oleh  sebuah password yang local terhadap certificate. 

c.  Biometric techniques Authentication 
System  authentication  Biometric  menggunakan  piranti  semacam  sidik  jari atau  scanner  mata  untuk  mendapatkan  akses.  Jenis  authentication  ini mempunyai  tingkat  keamanan  yang  sangat  tinggi  untuk  lingkungan  beresiko tinggi  dengan  membatasi  dan  mengendalikan  akses  kepada  system  yang sangat  sensitive  seperti  instalasi  militer.  Dengan  method  ini  membatasi  user lain menggunakan semacam username dan password orang lain.

d.  Smart cards Authentication
 
Authentikasi  Smart  Card  adalah  dengan  menggunakan  kartu  kredit  yang mempunyai  chip  sirkuit  (IC)  tertempel  didalam  kartu  smart.  Smart  card  bisa menyimpan  semua  jenis  informasi  yang  bisa  ditransfer  melalui  interface electronik dengan terhubung melalui sebuah komputer. Smart card bisa menyimpan informasi tentang siapa user, kunci cryptography dan  melakukan  algoritme  cryptography  semacam  enkripsi.  Akses  terhadap smart  card  dikendalikan  melalui  suatu  PIN  atau  suatu  password.  Akses semacam  ini  banyak  digunakan  dalam  akses  pintu  area  dengan  tingkat keamanan  yang  sangat  tinggi  seperti  dalam  instalasi  militer,  bank,  atau goldroom.
  e.  Anonymous Authentication 
Suatu user anonymous adalah metoda untuk memberikan akses user terhadap file  sehingga  tidak  memerlukan  identifikasi  user  terhadap  server.  user memasukkan  anonymous  sebagai  user  id.  Metoda  ini  umum  dipakai  untuk mendapatkan  akses  terhadap  server  untuk  hanya  sekedar  melihat/membaca dan download file yang disediakan untuk umum.

authentication

Authentication



Pengertian Authenticatinon

Authentication adalah metode keamanan yang diterapkan ketika seorang user akan mengakses lingkungan atau sumber daya pada jaringan lokal atau internet dengan cara harus memasukkan password terlebih dahulu.
 Metode ini digunakan untuk memastikan bahwa orang yang mengakses memang benar-benar adalah pengguna yang sesungguhnya.


Metode Autentikasi
Ada banyak methode yang berbeda yang biasa digunakan untuk melakukan user authentication, diantaranya adalah seperti berikut ini  :


a.  User name dan password Authentication 
Kebanyakan  system  operasi  dan  server  web  mempunyai  beberapa  jenis system authentication dengan menggunakan username dan password. System ini  mempunyai  beberapa  jenis  mekanisme  untuk  memanage  architecture username  dan  password,  seperti  account  expiration  (kadaluarsa  account), password expiration, panjang password minimum, dan atau kualitas password (perpaduan  capital,  angka,  symbol).  Metoda  inilah  yang  banyak  dipakai dalam hampir sebagian besar web pages di internet. 

b.  Certificates Authentication
User  certificate  bisa  digunakan  oleh  end-user  untuk  menjamin  identitas mereka.  Akses  terhadap  certificate  normalnya  dikendalikan  oleh  sebuah password yang local terhadap certificate. 

c.  Biometric techniques Authentication 
System  authentication  Biometric  menggunakan  piranti  semacam  sidik  jari atau  scanner  mata  untuk  mendapatkan  akses.  Jenis  authentication  ini mempunyai  tingkat  keamanan  yang  sangat  tinggi  untuk  lingkungan  beresiko tinggi  dengan  membatasi  dan  mengendalikan  akses  kepada  system  yang sangat  sensitive  seperti  instalasi  militer.  Dengan  method  ini  membatasi  user lain menggunakan semacam username dan password orang lain.

d.  Smart cards Authentication
 
Authentikasi  Smart  Card  adalah  dengan  menggunakan  kartu  kredit  yang mempunyai  chip  sirkuit  (IC)  tertempel  didalam  kartu  smart.  Smart  card  bisa menyimpan  semua  jenis  informasi  yang  bisa  ditransfer  melalui  interface electronik dengan terhubung melalui sebuah komputer. Smart card bisa menyimpan informasi tentang siapa user, kunci cryptography dan  melakukan  algoritme  cryptography  semacam  enkripsi.  Akses  terhadap smart  card  dikendalikan  melalui  suatu  PIN  atau  suatu  password.  Akses semacam  ini  banyak  digunakan  dalam  akses  pintu  area  dengan  tingkat keamanan  yang  sangat  tinggi  seperti  dalam  instalasi  militer,  bank,  atau goldroom.
  e.  Anonymous Authentication 
Suatu user anonymous adalah metoda untuk memberikan akses user terhadap file  sehingga  tidak  memerlukan  identifikasi  user  terhadap  server.  user memasukkan  anonymous  sebagai  user  id.  Metoda  ini  umum  dipakai  untuk mendapatkan  akses  terhadap  server  untuk  hanya  sekedar  melihat/membaca dan download file yang disediakan untuk umum.

Kamis, 16 September 2010

MEKANISME LAYANAN KEAMANAN

Layanan keamanan yang disertakan dalam arsitektur keamanan OSI dan mekanisme yang menerapkan layanan tersebut akan dibahas dalam bagian ini. Layanan keamanan yang dijelaskan di bawah ini adalah layanan keamanan dasar. Dalam prakteknya mereka akan dipanggil pada lapisan yang tepat dan dalam kombinasi yang tepat, biasanya dengan layanan dan mekanisme non-OSI, untuk memenuhi kebijakan keamanan dan / atau kebutuhan pengguna. Mekanisme keamanan tertentu dapat digunakan untuk mengimplementasikan kombinasi dari layanan keamanan dasar. Realisasi praktis dari sistem dapat menerapkan kombinasi tertentu dari layanan keamanan dasar untuk doa langsung.
 
Layanan Keamanan
Berikut ini dianggap layanan keamanan yang dapat diberikan secara opsional dalam kerangka OSI Reference Model. Layanan otentikasi membutuhkan informasi otentikasi yang terdiri dari informasi yang disimpan secara lokal dan data yang ditransfer (kredensial) untuk memfasilitasi otentikasi. 

Authentication
Layanan ini menyediakan otentikasi entitas rekan berkomunikasi dan sumber data seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Otentikasi entitas rekan
Layanan ini, ketika diberikan oleh (N) -layer, memberikan bukti yang menguatkan ke (N + 1) -entity bahwa entitas peer yang diklaim (N + 1) -entity.
Layanan ini disediakan untuk digunakan pada pembentukan, atau pada waktu selama, fase transfer data koneksi untuk mengkonfirmasi identitas dari satu atau lebih entitas yang terhubung ke satu atau lebih entitas lain. Layanan ini memberikan kepercayaan diri, pada saat penggunaan saja, bahwa entitas tidak mencoba sebuah topeng atau pengulangan yang tidak sah dari koneksi sebelumnya. Satu arah dan otentikasi entitas saling rekan skema, dengan atau tanpa pemeriksaan liveness, yang mungkin dan dapat memberikan berbagai tingkat perlindungan.

data otentikasi asal
Layanan ini, ketika diberikan oleh (N) -layer, memberikan bukti yang menguatkan ke (N + 1) -entity bahwa sumber data adalah diklaim rekan (N + 1) -entity.
Data asal layanan otentikasi menyediakan bukti yang menguatkan sumber unit data. Layanan ini tidak memberikan perlindungan terhadap duplikasi atau modifikasi unit data.

Kontrol Akses
Layanan ini memberikan perlindungan terhadap penyalahgunaan sumber daya diakses melalui OSI. Ini mungkin OSI atau sumber daya non-OSI diakses melalui protokol OSI. Layanan perlindungan ini dapat diterapkan untuk berbagai jenis akses ke sumber daya (misalnya, penggunaan sumber daya komunikasi, membaca, menulis, atau penghapusan sumber informasi, pelaksanaan sumber daya pengolahan) atau semua akses ke sumber daya.
Kontrol akses akan sesuai dengan berbagai kebijakan keamanan


Kerahasiaan data
Layanan ini memberikan perlindungan data dari pengungkapan yang tidak sah seperti yang dijelaskan di bawah ini:

Rekomendasi X.800 9
Connection kerahasiaan
Layanan ini menyediakan untuk kerahasiaan semua (N) -user-data pada (N) -connection.
Catatan - Tergantung pada penggunaan dan lapisan, hal itu mungkin tidak sesuai untuk melindungi semua data, misalnya Data dipercepat atau data dalam permintaan sambungan.

kerahasiaan Connectionless
Layanan ini menyediakan untuk kerahasiaan semua (N) -user-data dalam connectionless tunggal (N) -SDU.

kerahasiaan bidang Selektif
Layanan ini menyediakan untuk kerahasiaan bidang yang dipilih dalam (N) -user-data pada (N) -connection atau dalam connectionless tunggal (N) -SDU.

Kerahasiaan aliran Lalu Lintas
Layanan ini memberikan perlindungan informasi yang mungkin berasal dari pengamatan lalu lintas
mengalir.

Integritas data
Layanan ini menghadapi ancaman aktif dan dapat mengambil salah satu bentuk yang dijelaskan di bawah.
Catatan - Pada sambungan, penggunaan layanan otentikasi entitas rekan pada awal koneksi dan layanan integritas data selama umur koneksi bersama-sama dapat menyediakan untuk menguatkan dari sumber semua unit data yang ditransfer pada koneksi tersebut, integritas unit-unit data, dan dapat memberikan tambahan untuk mendeteksi duplikasi data unit, misalnya dengan menggunakan nomor urut.

Connection integritas dengan pemulihan
Layanan ini memberikan integritas semua (N) -user-data pada (N) -connection dan mendeteksi setiap modifikasi, penyisipan, penghapusan atau ulangan dari data dalam seluruh urutan SDU (pemulihan berusaha).

Koneksi integritas tanpa pemulihan
Adapun tapi tanpa pemulihan berusaha.

bidang Selektif integritas koneksi
Layanan ini memberikan integritas bidang yang dipilih dalam (N) Data -user dari (N) -SDU ditransfer melalui koneksi dan mengambil bentuk penentuan apakah bidang yang dipilih telah dimodifikasi, dimasukkan, dihapus atau diputar.

integrity Connectionless
Layanan ini, ketika diberikan oleh (N) -layer, memberikan jaminan integritas terhadap meminta (N + 1) -entity.
Layanan ini menyediakan untuk integritas SDU connectionless tunggal dan dapat berupa penentuan apakah SDU diterima telah dimodifikasi. Selain itu, bentuk terbatas deteksi replay dapat diberikan.

bidang Selektif integritas connectionless
Layanan ini memberikan integritas bidang yang dipilih dalam SDU connectionless tunggal dan mengambil bentuk penentuan apakah bidang yang dipilih telah dimodifikasi.

10 Rekomendasi X.800
Non-repudiasi
Layanan ini dapat mengambil satu atau kedua dari dua bentuk.

Non-repudiation dengan bukti asal
Penerima data disediakan dengan bukti asal data. Ini akan melindungi terhadap setiap upaya oleh pengirim untuk menyangkal palsu mengirimkan data atau isinya.

Non-repudiation dengan bukti pengiriman
Pengirim data disediakan dengan bukti pengiriman data. Ini akan melindungi terhadap setiap upaya berikutnya oleh penerima untuk keliru menolak menerima data atau isinya.

mekanisme keamanan khusus
Mekanisme berikut dapat dimasukkan ke dalam yang sesuai (N) -layer untuk menyediakan beberapa layanan yang dijelaskan dalam:
Encipherment
Encipherment dapat memberikan kerahasiaan baik data atau arus lalu lintas informasi dan dapat berperan dalam atau melengkapi sejumlah mekanisme keamanan lainnya seperti yang dijelaskan dalam bagian berikut.
algoritma Encipherment mungkin reversibel atau ireversibel. Ada dua klasifikasi umum algoritma penyandian reversibel:
a) simetris (yaitu kunci rahasia) penyandian, di mana pengetahuan tentang kunci penyandian menyiratkan pengetahuan tentang kunci penguraian dan sebaliknya; dan
b) asimetris (misalnya kunci publik) penyandian, di mana pengetahuan tentang kunci penyandian tidak berarti pengetahuan tentang kunci penguraian, atau sebaliknya. Dua kunci sistem tersebut kadang-kadang disebut sebagai "kunci publik" dan "private key".
Algoritma penyandian ireversibel mungkin atau mungkin tidak menggunakan kunci. Ketika mereka menggunakan kunci, kunci ini mungkin publik
atau rahasia.
Adanya mekanisme penyandian menyiratkan penggunaan mekanisme manajemen kunci kecuali dalam kasus beberapa algoritma penyandian ireversibel. Beberapa pedoman metodologi manajemen kunci yang diberikan dalam:
mekanisme tanda tangan digital
Mekanisme ini mendefinisikan dua prosedur:
a) menandatangani unit data, dan
b) memverifikasi data unit ditandatangani.
Proses pertama menggunakan informasi yang bersifat pribadi (yaitu unik dan rahasia) untuk penandatangan. Proses kedua menggunakan prosedur dan informasi yang tersedia untuk umum tapi dari mana informasi pribadi penandatangan tidak dapat disimpulkan.

Proses penandatanganan melibatkan baik sebagai penyandian unit data atau produksi checkvalue kriptografi unit data, menggunakan informasi pribadi penandatangan sebagai kunci pribadi.


Proses verifikasi melibatkan menggunakan prosedur umum dan informasi untuk menentukan apakah tanda tangan diproduksi dengan informasi pribadi penandatangan.


Karakteristik penting dari mekanisme tanda tangan adalah bahwa tanda tangan hanya dapat diproduksi dengan menggunakan informasi pribadi penandatangan. Jadi ketika tanda tangan diverifikasi, itu kemudian dapat dibuktikan kepada pihak ketiga (misalnya seorang hakim atau arbiter) setiap saat bahwa hanya pemegang unik informasi pribadi bisa menghasilkan tanda tangan.

Rekomendasi X.800 11
mekanisme kontrol akses
Mekanisme ini dapat menggunakan identitas dikonfirmasi dari suatu entitas atau informasi tentang entitas (seperti keanggotaan dalam satu set dikenal entitas) atau kemampuan entitas, untuk menentukan dan menegakkan hak akses dari entitas. Jika entitas mencoba untuk menggunakan sumber daya yang tidak sah, atau sumber daya yang berwenang dengan jenis yang tidak tepat akses, maka fungsi kontrol akses akan menolak upaya dan tambahan dapat melaporkan kejadian tersebut untuk tujuan menghasilkan alarm dan / atau rekaman itu sebagai bagian dari jejak audit keamanan. Setiap pemberitahuan kepada pengirim dari penolakan akses untuk transmisi data connectionless dapat diberikan hanya sebagai akibat dari kontrol akses yang dikenakan pada titik asal.

mekanisme kontrol akses dapat, misalnya, didasarkan pada penggunaan satu atau lebih dari berikut ini:
a) basis informasi kontrol Acess, di mana hak akses dari entitas rekan dipertahankan. Informasi ini dapat dipertahankan oleh pusat otorisasi atau oleh entitas yang diakses, dan mungkin dalam bentuk daftar kontrol akses atau matriks struktur hirarkis atau didistribusikan. Hal ini mengandaikan bahwa otentikasi entitas rekan telah terjamin.
b) Informasi Authentication seperti password, kepemilikan dan presentasi berikutnya yang merupakan bukti otorisasi entitas mengakses dunia;
c) Kemampuan, kepemilikan dan presentasi berikutnya yang merupakan bukti hak untuk mengakses entitas atau sumber daya didefinisikan oleh kemampuan.
Catatan - Kemampuan A harus unforceable dan harus disampaikan dengan cara yang terpercaya.
d) label keamanan, yang bila dikaitkan dengan entitas dapat digunakan untuk memberikan atau menolak akses, biasanya sesuai dengan kebijakan keamanan.
e) Waktu percobaan akses.
f) Route percobaan akses, dan
g) Durasi akses.

mekanisme kontrol akses dapat diterapkan di kedua ujung asosiasi komunikasi dan / atau pada titik menengah.
Kontrol akses yang terlibat di asal atau titik antara yang digunakan untuk menentukan apakah pengirim berwenang untuk berkomunikasi dengan penerima dan / atau untuk menggunakan sumber daya yang diperlukan komunikasi.
Persyaratan mekanisme kontrol akses tingkat rekan di ujung tujuan dari transmisi data connectionless harus diketahui apriori pada titik asal, dan harus dicatat dalam basis informasi manajemen keamanan

Mekanisme integritas data
Dua aspek integritas data adalah: integritas unit data tunggal atau lapangan; dan integritas aliran data unit atau bidang. Secara umum, mekanisme yang berbeda digunakan untuk menyediakan dua jenis layanan integritas, meskipun pemberian kedua tanpa pertama tidak praktis.

Menentukan integritas unit data tunggal melibatkan dua proses, satu di entitas pengirim dan satu di badan penerima. Entitas mengirim menambahkan ke unit data kuantitas yang merupakan fungsi dari data itu sendiri. Jumlah ini mungkin informasi tambahan seperti blok kode cek atau checkvalue kriptografi dan mungkin sendiri akan dienkripsi. Entitas menerima menghasilkan kuantitas yang sesuai dan membandingkannya dengan kuantitas yang diterima untuk menentukan apakah data telah dimodifikasi dalam perjalanan. Mekanisme ini saja tidak akan melindungi terhadap replay dari unit data tunggal. Dalam lapisan sesuai arsitektur, deteksi manipulasi dapat menyebabkan tindakan pemulihan (misalnya, melalui transmisi ulang atau koreksi kesalahan) pada saat itu atau lapisan yang lebih tinggi.

12 Rekomendasi X.800
Untuk transfer sambungan-mode data, melindungi integritas dari urutan unit data (yaitu melindungi terhadap misordering, kehilangan, mengulang dan memasukkan atau memodifikasi data) membutuhkan tambahan beberapa bentuk pemesanan eksplisit seperti penomoran urutan, waktu stamping, atau chaining kriptografi.

Untuk transmisi data connectionless, waktu stamping dapat digunakan untuk memberikan bentuk terbatas dari perlindungan terhadap ulangan dari unit data individu.

mekanisme pertukaran Authentication
Beberapa teknik yang dapat diterapkan untuk pertukaran otentikasi:
a) penggunaan informasi otentikasi, seperti password yang diberikan oleh badan mengirim dan diperiksa oleh entitas penerima;
b) teknik kriptografi; dan
c) menggunakan karakteristik dan / atau harta entitas.
Mekanisme dapat dimasukkan ke dalam (N) -layer untuk menyediakan otentikasi entitas rekan. Jika mekanisme tidak berhasil dalam otentikasi entitas, ini akan mengakibatkan penolakan atau pemutusan sambungan dan juga dapat menyebabkan entri dalam audit trail keamanan dan / atau laporan ke pusat manajemen keamanan.

Ketika teknik kriptografi yang digunakan, mereka dapat dikombinasikan dengan "handshaking" protokol untuk melindungi memutar ulang (yaitu untuk memastikan liveness).


Pilihan teknik pertukaran otentikasi akan tergantung pada keadaan di mana mereka akan perlu digunakan dengan:
a) waktu stamping dan disinkronkan jam;
b) dua dan tiga jabat tangan dengan cara (untuk otentikasi unilateral dan saling masing-masing); dan
c) layanan non-penolakan dicapai dengan tanda tangan digital dan / atau mekanisme notaris.


Lalu Lintas mekanisme bantalan
Mekanisme lalu lintas bantalan dapat digunakan untuk memberikan berbagai tingkat perlindungan terhadap analisis lalu lintas. Mekanisme ini bisa efektif hanya jika padding lalu lintas dilindungi oleh layanan kerahasiaan.


mekanisme kontrol Routing
Rute dapat dipilih baik dinamis atau dengan prearrangement sehingga hanya menggunakan aman secara fisik jaringan sub, relay atau link.