Rabu, 24 Juni 2015

perbedaan antara RSA,Diffie Mellman,Schnoor 

UJIAN CE 4-A

RSA
RSA di bidang kriptografi adalah sebuah algoritma pada enkripsi public key. RSA merupakan algoritma pertama yang cocok untuk digital signature seperti halnya ekripsi, dan salah satu yang paling maju dalam bidang kriptografi public key. RSA masih digunakan secara luas dalam protokol electronic commerce, dan dipercaya dalam mengamnkan dengan menggunakan kunci yang cukup panjang.

Sejarah RSA

Algortima RSA dijabarkan pada tahun 1977 oleh tiga orang : Ron Rivest, Adi Shamir dan Len Adleman dari Massachusetts Institute of Technology. Huruf RSA itu sendiri berasal dari inisial nama mereka (Rivest—Shamir—Adleman).
Clifford Cocks, seorang matematikawan Inggris yang bekerja untuk GCHQ, menjabarkan tentang sistem equivalen pada dokumen internal pada tahun 1973. Penemuan Clifford Cocks tidak terungkap hingga tahun 1997 karena alasan top-secret classification.
Algoritma tersebut dipatenkan oleh Massachusetts Institute of Technology pada tahun 1983 di Amerika Serikat sebagai U.S. Patent 4.405.829. Paten tersebut berlaku hingga21 September 2000. Semenjak Algoritma RSA dipublikasikan sebagai aplikasi paten, regulasi di sebagian besar negara-negara lain tidak memungkinkan penggunaan paten. Hal ini menyebabkan hasil temuan Clifford Cocks di kenal secara umum, paten di Amerika Serikat tidak dapat mematenkannya.
Skema RSA sendiri mengadopsi dari skema block cipher, dimana sebelum dilakukan enkripsi, plainteks yang ada dibagi – bagi menjadi blok – blok dengan panjang yang sama, dimana plainteks dan cipherteksnya berupa integer(bilangan bulat) antara 1 hingga n, dimana n berukuran biasanya sebesar 1024 bit, dan panjang bloknya sendiri berukuran lebih kecil atau sama dengan log(n) +1 dengan basis 2. Fungsi enkripsi dan dekripsinya dijabarkan dalam fungsi berikut :
 C = Me mod n ( fungsi enkripsi )
M = Cd mod n (fungsi dekripsi)
C = Cipherteks
M = Message / Plainteks
e = kunci publik
d= kunci privat
n = modulo pembagi(akan dijelaskan lebih lanjut )
Kedua pihak harus mengetahui nilai e dan nilai n ini, dan salah satu pihak harus memilki d untuk melakukan dekripsi terhadap hasil enkripsi dengan menggunakan public key e. Penggunaan algoritma ini harus memenuhi kriteria berikut :
1. Memungkinkan untuk mencari nilai e, d, n sedemikian rupa sehingga Med mod n = M untuk semua M < n.
2. Relatif mudah untuk menghitung nilai Me mod n dan Cd mod n untuk semua nilai M < n.
3. Tidak memungkinkan mencari nilai d jika diberikan nilai n dan e.
Syarat nilai e dan d ini, gcd(d,e)=1
sebelum memulai penggunaan RSA ini, terlebih dahulu kita harus memiliki bahan – bahan dasar sebagai berikut :
1. p, q = 2 bilangan prima yang dirahasiakan
2. n, dari hasil p.q
3. e, dengan ketentuan gcd (Φ(n), e) =1
4. d, e-1 (mod Φ(n))
Saya akan berikan satu contoh :
1. Pilih 2 bilangan prima, misalnya p = 17 dan q = 11.
2. Hitung n = pq = 17 × 11 = 187.
3. Hitung Φ(n) = (p – 1)(q – 1) = 16 × 10 = 160.
4. Pilih nilai e sedemikian sehingga relatif prima terhadap Φ(n) = 160 dan kurang dari Φ(n); kita pilih e = 7.
5. Hitung d sedemikian sehingga de 
≡ 1 (mod 160) dan d < 160.Nilai yang didapatkan d = 23,karena  23 × 7 = 161 = (1 × 160) + 1; d dapat dihitung dengan Extended Euclidean Algorithm.
Nah, nilai e dan d inilah yang kita sebut sebagai Public Key(e) dan Private Key(d).  Pasangan Kunci Publiknya ={7,187} dan Kunci Privatnya = {23, 187}
Sekarang kita aplikasikan dalam proses enkripsi.
Misalnya kita punya M 88. Untuk proses enkripsi, kita akan menghitung C = 887 mod 187.
= 887 mod 187.
=894,432 mod 187
=11
Nah, kita mendapatkan nilai C =11.
Selanjutnya, nilai C ini dikirimkan kepada penerima untuk didekripsi dengan kunci privat miliknya.
M = Cd mod n
= 1123 mod 187
=79,720,245 mod187
= 88
Pengertian
1.    Confidentiality
Confidentiality
Confidentiality merupakan aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi. Sistem yang digunakan untuk mengimplementasikan e-procurement harus dapat menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan. Bocornya informasi dapat berakibat batalnya proses pengadaan.
Kerahasiaan ini dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, seperti misalnya menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses enkripsi (penyandian, pengkodean) pada transmisi data, pengolahan data (aplikasi dan database), dan penyimpanan data (storage). Teknologi kriptografi dapat mempersulit pembacaan data tersebut bagi pihak yang tidak berhak.
Seringkali perancang dan implementor dari sistem informasi atau sistem transaksi elektronik lalai dalam menerapkan pengamanan. Umumnya pengamanan ini baru diperhatikan pada tahap akhir saja sehingga pengamanan lebih sulit diintegrasikan dengan sistem yang ada. Penambahan pada tahap akhir ini menyebabkan sistem menjadi tambal sulam. Akibat lain dari hal ini adalah adanya biaya yang lebih mahal daripada jika pengamanan sudah dipikirkan dan diimplementasikan sejak awal.Akses terhadap informasi juga harus dilakukan dengan melalui mekanisme otorisasi (authorization) yang ketat. Tingkat keamanan dari mekanisme otorisasi bergantung kepada tingkat kerahasiaan data yang diinginkan.
2.    Integrity
Integrity
Integrity
 merupakan aspek yang menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang (authorized). Untuk aplikasi e-procurement, aspek integrity ini sangat penting. Data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah oleh pihak yang berwenang. Pelanggaran terhadap hal ini akan berakibat tidak berfungsinya sistem e-procurement.Secara teknis ada banyak cara untuk menjamin aspek integrity ini, seperi misalnya dengan menggunakan messange authentication code, hash function, digital signature.
3.    Authentication
Authentication
Authentication adalah suatu proses untuk melakukan validasi terhadap user credentials, yang ditujukan untuk menentukan apakah seorang user diperkenankan untuk mengakses jaringan atau computing resources. Bentuk authentication yang paling sering kita hadapi adalah saat kita diharuskan untuk memasukkanuser name dan password. Kedua data tersebut kemudian dievaluasi untuk menentukan apakah Anda adalah user yang sudah dikenal oleh sistem atau bukan–verifikasi identitas. Proses authenticationbisa lebih diperkuat dari sekedar menggunakan user name danpassword sederhana, dengan teknik-teknik yang beragam mulai dari penggunaan one-way hashes sampai smart cards yang menggunakan teknik-teknik strong encryption.
4.    Enkripsi
DÍ bidang kriptografi, enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Dikarenakan enkripsi telah digunakan untuk mengamankan komunikasi di berbagai negara, hanya organisasi-organisasi tertentu dan individu yang memiliki kepentingan yang sangat mendesak akan kerahasiaan yang menggunakan enkripsi. Di pertengahan tahun 1970-an, enkripsi kuat dimanfaatkan untuk pengamanan oleh sekretariat agen pemerintah Amerika Serikat pada domain publik, dan saat ini enkripsi telah digunakan pada sistem secara luas, seperti Internet e-commerce, jaringan Telepon bergerak dan ATMpada bank.
Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang aman, terutama untuk memastikan integritas dan autentikasi dari sebuah pesan. Contohnya, Message Authentication Code (MAC) atau digital signature. Penggunaan yang lain yaitu untuk melindungi dari analisis jaringan komputer.
  • Kelebihan dari Enkripsi
    • Kerahasiaan suatu informasi terjamin
    • Menyediakan autentikasi dan perlindungan integritas pada algoritmachecksum/hash
    • Menanggulangi penyadapan telepon dan email
    • Untuk digital signature
  • Kekurangan dari Enkripsi
    • Penyandian rencana teroris
    • Penyembunyian record kriminal oleh seorang penjahat
    • Pesan tidak bisa dibaca bila penerima pesan lupa atau kehilangan kunci
5.    Dekripsi
Deskripsi dalam dunia keamanan komputer merupakan proses untuk mengubah chiperteks menjadi plainteks atau pesan asli jadi Deskripsi merupakan  kebalikan dari Enkripsi upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri.
6.    Public Key dan Private Key
Proses Pembuatan Kunci (Private dan Public Keys)
Alghoritma RSA melibatkan dua kunci yaitu Private Key dan Public Key. Dimana Public Key dapat secara aman diketahui oleh semua pihak untuk digunakan sebagai kunci untuk melakukan enkripsi, sedangkan Private Key harus selalu di simpan secara rahasia untuk melakukan Dekripsi (Decrypt) data yang telah di enkripsi dengan menggunakan Public Key.
Data yang telah di enkripsi oleh Public Key hanya dapat di dekripsi oleh Private Key, hal ini lah yang membuat data yang dienkripsi dengan alghoritma RSA aman walaupun Alghoritma RSA-nya diketahui selama Private Key nya tidak diketahui oleh pihak lain.
Pembuatan Private dan Public key terdiri dari 5 tahap, diantaranya:
a.       Cari 2 Bilangan Prima secara acak dan simpan dalam variabel p dan q, dengan catatan jumlah bit untuk bilangan ini sama. Nilai p harus lebih besar dari q dan direkomendasikan minimal untuk menggunakan bilangan di atas 128bit/2 = 64bit bila akan membuat kunci dengan bit-length sebesar 128bit ( min 64bit hex = 0x8000000000000000; min 64bit desimal=9223372036854775808 ).
b.      Hitung n = p*q;
Dimana nilai n ini akan digunakan untuk modulus pada private dan public key.
c.       Hitung pq = (p-1) * (q-1);
Untuk digunakan sebagai pencarian nilai private key.
d.      Pilih nilai e untuk public key dengan syarat (1< e < pq) dan (gcd(e,pq)=1);
Nilai e ini biasanya merupakan nilai yang relatif kecil, yang paling seringvdigunakan adalah 0x10001 = 65537. Bila kriteria e tidak cocok dengan syarat di atas, maka harus dicari nilai e lain yang sesuai, atau bila e sudah ditentukan dengan 0x10001, maka yang harus dicari kembali adalah nilai p, q, n dan pq seperti pada tahap awal.
e.       Pilih nilai d, dengan syarat nilai d memenuhi: (d*e) mod pq = 1
 Diffie Hellman
Metode yang cukup cerdik ditemukan oleh Diffie Hellman. Keamanan metode ini berasal dari permasalahan perhitungan algoritma diskrit, dibandingkan dengan melakukan perhitungan exponensial pada domain yang sama.
Aturan matematika yang pakai dalam metode ini cukup sederhana. Pertama-tama, tentukan bilangan prima n dan g dimana g adalah primitive mod n. nilai prima m tidak perlu rahasia . kedua nilai ini haruslah sama pada pengirim dan penerima.
Algoritma pertukaran Key-nya adalah
Dengan kesepakatan
A = Pengirim pertama
B = Penerima pertama
1. A memilih nilai integer x yang cukup besar dan mengirim
X = gx mod n.
2. B memilih nilai random y yang cukup besar dan mengirim
Y = gy mod n
3. A melakukan perhitungan
K = Yx mod n
4. B melakukan perhitungan
K’ = Xy mod n
Keduanyan nilai k dan k’ adalah sama dan bersesuaian dengan nilai gxymod n . seorang yang dapat melakukan penyadapan informasi yang dikirim hanya akan mengetahui nilai n, g, X dan Y tetapi tidak mengetahui nilai k dan k’, kecuali penyadap dapat menghitung nilai logaritma diskrit.
Pemilihan k dan g sangat berpengaruh pada tingkat keamanan. Nilai (n-1)/2 haruslah bilangan prima dan nilai n merupakan bilangan yang cukup besar.
2.6.3. Extended Diffie Hellman
Kelemahan yang dimiliki metode Diffie Hellman adalah kita tidak dapat menentukan key yang akan ditransmisikan, diperlukannya konfirmasi dari penerima untuk membentuk sebuah key. Permasalahan ini diatasi oleh metode Extended Diffie Hellman. Dengan ketentuan seperti Diffie Hellman, algoritma pertukaran key-nya adalah
1. A memilih nilai integer x yang cukup besar dan mengirim
K = gx mod n.
1. B memilih nilai random y yang cukup besar dan mengirim
Y = gy mod n
1. A melakukan perhitungan
X = Yx mod n
1. B melakukan perhitungan
= y-1
K’ = Xx mod n
Algoritma ini akan menghasilkan k dan k’ yang bernilai sama.
Otentikasi (authentication) merupakan identifikasi yang dilakukan oleh  masing – masing pihak yang saling berkomunikasi, maksudnya beberapa pihak yang berkomunikasi harus mengidentifikasi satu sama lainnya. Informasi yang didapat oleh suatu pihak dari pihak lain harus diidentifikasi untuk memastikan keaslian dari informasi yang diterima. Identifikasi terhadap suatu informasi dapat berupa tanggal pembuatan informasi, isi informasi, waktu kirim dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan informasi tersebut. Otentikasi pesan memang berhasil melindungi kedua belah pihak yang saling bertukar pesan dari pihak ketiga. Tetapi, otentikasi pesan tidak bisa mencegah kemungkinan kedua belah pihak saling menyerang satu sama lain. Pada situasi dimana tidak ada kepercayaan penuh antara pengirim dan penerima pesan, diperlukan suatu mekanisme yang lebih daripada sekedar otentikasi. Solusi yang paling menarik dari masalah ini adalah tanda tangan digital (digital signature). Tanda tangan digital adalah suatu mekanisme otentikasi yang memungkinkan pembuat pesan menambahkan sebuah kode yang bertindak sebagai tanda tangannya. Tanda tangan tersebut menjamin integritas dan sumber dari sebuah pesan.
Claus Schnorr’s authentication dan digital signature scheme mengambil sekuritas dari permasalahan menghitung logaritma diskrit. Skema ini menggunakan bilangan prima dan perpangkatan modulo dalam proses pembentukan kuncinya. Skema ini dipatenkan di Amerika Serikat dan akan berakhir pada tanggal 19 Pebruari 2008. Skema otentikasi dapat dimodifikasi menjadi skema tanda tanda digital (digital signature scheme). Proses pembentukan kunci privat dan publiknya sama seperti skema otentikasi, hanya saja pada skema tanda tangan digital ditambahkan sebuah fungsi hash.

Rabu, 15 April 2015

AUTHENTICATION

TENTANG AUTHENTICATION........

Pengertian Authenticatinon

Authentication adalah metode keamanan yang diterapkan ketika seorang user akan mengakses lingkungan atau sumber daya pada jaringan lokal atau internet dengan cara harus memasukkan password terlebih dahulu.
 Metode ini digunakan untuk memastikan bahwa orang yang mengakses memang benar-benar adalah pengguna yang sesungguhnya.


Metode Autentikasi
Ada banyak methode yang berbeda yang biasa digunakan untuk melakukan user authentication, diantaranya adalah seperti berikut ini  :


a.  User name dan password Authentication 
Kebanyakan  system  operasi  dan  server  web  mempunyai  beberapa  jenis system authentication dengan menggunakan username dan password. System ini  mempunyai  beberapa  jenis  mekanisme  untuk  memanage  architecture username  dan  password,  seperti  account  expiration  (kadaluarsa  account), password expiration, panjang password minimum, dan atau kualitas password (perpaduan  capital,  angka,  symbol).  Metoda  inilah  yang  banyak  dipakai dalam hampir sebagian besar web pages di internet. 

b.  Certificates Authentication
User  certificate  bisa  digunakan  oleh  end-user  untuk  menjamin  identitas mereka.  Akses  terhadap  certificate  normalnya  dikendalikan  oleh  sebuah password yang local terhadap certificate. 

c.  Biometric techniques Authentication 
System  authentication  Biometric  menggunakan  piranti  semacam  sidik  jari atau  scanner  mata  untuk  mendapatkan  akses.  Jenis  authentication  ini mempunyai  tingkat  keamanan  yang  sangat  tinggi  untuk  lingkungan  beresiko tinggi  dengan  membatasi  dan  mengendalikan  akses  kepada  system  yang sangat  sensitive  seperti  instalasi  militer.  Dengan  method  ini  membatasi  user lain menggunakan semacam username dan password orang lain.

d.  Smart cards Authentication
 
Authentikasi  Smart  Card  adalah  dengan  menggunakan  kartu  kredit  yang mempunyai  chip  sirkuit  (IC)  tertempel  didalam  kartu  smart.  Smart  card  bisa menyimpan  semua  jenis  informasi  yang  bisa  ditransfer  melalui  interface electronik dengan terhubung melalui sebuah komputer. Smart card bisa menyimpan informasi tentang siapa user, kunci cryptography dan  melakukan  algoritme  cryptography  semacam  enkripsi.  Akses  terhadap smart  card  dikendalikan  melalui  suatu  PIN  atau  suatu  password.  Akses semacam  ini  banyak  digunakan  dalam  akses  pintu  area  dengan  tingkat keamanan  yang  sangat  tinggi  seperti  dalam  instalasi  militer,  bank,  atau goldroom.
  e.  Anonymous Authentication 
Suatu user anonymous adalah metoda untuk memberikan akses user terhadap file  sehingga  tidak  memerlukan  identifikasi  user  terhadap  server.  user memasukkan  anonymous  sebagai  user  id.  Metoda  ini  umum  dipakai  untuk mendapatkan  akses  terhadap  server  untuk  hanya  sekedar  melihat/membaca dan download file yang disediakan untuk umum.

authentication

Authentication



Pengertian Authenticatinon

Authentication adalah metode keamanan yang diterapkan ketika seorang user akan mengakses lingkungan atau sumber daya pada jaringan lokal atau internet dengan cara harus memasukkan password terlebih dahulu.
 Metode ini digunakan untuk memastikan bahwa orang yang mengakses memang benar-benar adalah pengguna yang sesungguhnya.


Metode Autentikasi
Ada banyak methode yang berbeda yang biasa digunakan untuk melakukan user authentication, diantaranya adalah seperti berikut ini  :


a.  User name dan password Authentication 
Kebanyakan  system  operasi  dan  server  web  mempunyai  beberapa  jenis system authentication dengan menggunakan username dan password. System ini  mempunyai  beberapa  jenis  mekanisme  untuk  memanage  architecture username  dan  password,  seperti  account  expiration  (kadaluarsa  account), password expiration, panjang password minimum, dan atau kualitas password (perpaduan  capital,  angka,  symbol).  Metoda  inilah  yang  banyak  dipakai dalam hampir sebagian besar web pages di internet. 

b.  Certificates Authentication
User  certificate  bisa  digunakan  oleh  end-user  untuk  menjamin  identitas mereka.  Akses  terhadap  certificate  normalnya  dikendalikan  oleh  sebuah password yang local terhadap certificate. 

c.  Biometric techniques Authentication 
System  authentication  Biometric  menggunakan  piranti  semacam  sidik  jari atau  scanner  mata  untuk  mendapatkan  akses.  Jenis  authentication  ini mempunyai  tingkat  keamanan  yang  sangat  tinggi  untuk  lingkungan  beresiko tinggi  dengan  membatasi  dan  mengendalikan  akses  kepada  system  yang sangat  sensitive  seperti  instalasi  militer.  Dengan  method  ini  membatasi  user lain menggunakan semacam username dan password orang lain.

d.  Smart cards Authentication
 
Authentikasi  Smart  Card  adalah  dengan  menggunakan  kartu  kredit  yang mempunyai  chip  sirkuit  (IC)  tertempel  didalam  kartu  smart.  Smart  card  bisa menyimpan  semua  jenis  informasi  yang  bisa  ditransfer  melalui  interface electronik dengan terhubung melalui sebuah komputer. Smart card bisa menyimpan informasi tentang siapa user, kunci cryptography dan  melakukan  algoritme  cryptography  semacam  enkripsi.  Akses  terhadap smart  card  dikendalikan  melalui  suatu  PIN  atau  suatu  password.  Akses semacam  ini  banyak  digunakan  dalam  akses  pintu  area  dengan  tingkat keamanan  yang  sangat  tinggi  seperti  dalam  instalasi  militer,  bank,  atau goldroom.
  e.  Anonymous Authentication 
Suatu user anonymous adalah metoda untuk memberikan akses user terhadap file  sehingga  tidak  memerlukan  identifikasi  user  terhadap  server.  user memasukkan  anonymous  sebagai  user  id.  Metoda  ini  umum  dipakai  untuk mendapatkan  akses  terhadap  server  untuk  hanya  sekedar  melihat/membaca dan download file yang disediakan untuk umum.